Rio, Firmansyah (2025) ANALISIS PESAN MORAL HASIL KARYA FOTOGRAFI MORNWISH DALAM PROSESI TEMU MANTEN. Diploma thesis, UNIVERSITAS KH. ABDUL CHALIM.
|
Other (COVER dan ABSTRAK)
COVER & ABSTRAK.PDF - Published Version Download (2MB) |
|
|
Other (BAB I)
BAB I.PDF - Published Version Download (3MB) |
|
|
Other (BAB V)
BAB V.PDF - Published Version Download (3MB) |
|
|
Other (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.PDF - Published Version Download (3MB) |
|
|
Other (FULL SKRIPSI)
FULL SKRIPSI.PDF - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena maraknya fotografi pernikahan dewasa ini menunjukkan
kecenderungan kuat pada aspek teknis dan estetis, seperti riasan, dekorasi, serta
kemegahan acara. Orientasi tersebut seringkali mengabaikan esensi prosesi adat
yang mengandung nilai moral dan kultural. Dalam konteks ini, karya
Mornwishseorang fotografer asal Mojokerto menawarkan paradigma berbeda
melalui pendekatan dokumenter-humanistik yang menekankan detail prosesi adat,
ekspresi emosional, dan simbol budaya, khususnya dalam prosesi temu manten.
penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan
perangkat analisis denotasi, konotasi, dan mitos, serta elemen pendukung berupa
trick effect, pose, photogenia, aesthetization, dan syntax. Penelitian ini menerapkan
metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
dokumentasi karya fotografi, serta wawancara mendalam dengan Mornwish,
pemangku adat, fotografer lain, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui
kerangka semiotika Barthes guna mengungkap representasi tanda visual serta pesan
moral yang terartikulasikan di dalamnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya fotografi Mornwish tidak hanya
berfungsi sebagai dokumentasi visual prosesi temu manten, tetapi juga memuat
dimensi moral dan kultural. Pada level denotasi, foto merepresentasikan objek dan
rangkaian prosesi adat secara faktual. Pada level konotasi, teridentifikasi nilai moral
berupa penghormatan kepada orang tua (sungkeman), pengabdian dan kesetiaan
istri (mideg endog dan ranupada), serta doa dan harapan bagi kehidupan rumah
tangga baru (balangan gantal dan kembar mayang). Pada level mitos, karya
Mornwish menegaskan konstruksi kultural masyarakat Jawa bahwa pernikahan
bukan hanya penyatuan dua individu, melainkan juga integrasi nilai, keluarga, serta
legitimasi sosial yang sarat wejangan hidup.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya fotografi Mornwish berfungsi
ganda sebagai media komunikasi visual sekaligus artefak budaya yang berperan
dalam pelestarian nilai moral prosesi adat pernikahan Jawa. Temuan ini
memperlihatkan kontribusi fotografi dalam menjaga kontinuitas tradisi serta
memperkaya khazanah kajian semiotika visual pada bidang komunikasi dan
budaya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Bunyamin M. Kom |
| Uncontrolled Keywords: | Fotografi, Semiotika Roland Barthes, Mornwish, Temu Manten, Pesan Moral |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ushuluddin > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | S1 KPI IKHAC |
| Date Deposited: | 04 May 2026 10:42 |
| Last Modified: | 04 May 2026 10:42 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5969 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

