Mukhamad, Haris Amrulloh (2025) RELEVANSI PEMIKIRAN IBNU MISKAWAIH DAN JEAN JACQUES ROUSSEAU DALAM PENDIDIKAN AKHLAK DI ERA GEN Z. Masters thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (376kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (352kB) |
|
|
Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (272kB) |
|
|
Text (Tesis Full Text)
Tesis Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian tesis ini bertujuan untuk menganalisis relevansi serta mensintesiskan pemikiran dua filsuf dari tradisi yang berbeda secara fundamental, Ibnu Miskawaih dari dunia Islam klasik dan Jean-Jacques Rousseau dari era Pencerahan Barat guna merumuskan solusi bagi tantangan pendidikan akhlak yang dihadapi Generasi Z. Di tengah era digital yang sarat dengan disrupsi informasi, krisis empati, dan kebingungan identitas, generasi ini memerlukan sebuah kerangka pendidikan karakter yang kokoh namun tetap selaras dengan karakteristik mereka yang menghargai otonomi dan pemikiran kritis.
Dengan pendekatan kualitatif studi pustaka (library research) dan metode analisis konten, penelitian ini menemukan bahwa kedua pemikiran tersebut bersifat komplementer secara unik. Ibnu Miskawaih, melalui konsep tahdzīb al-nafs (penyucian jiwa), menawarkan substansi dan tujuan etis yang rasional, yaitu membentuk karakter mulia melalui latihan (riyāḍah) dan pembiasaan (ta‘wīd). Kerangka ini berfungsi sebagai jangkar moral dan fondasi disiplin diri bagi Gen Z untuk menavigasi dunia digital. Di sisi lain, Rousseau menawarkan metode pedagogis yang paling relevan dengan karakteristik Gen Z, yakni pendidikan yang berpusat pada anak, berbasis pengalaman, dan menghargai kebebasan berpikir.
Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pendidikan akhlak integratif yang mensinergikan kekuatan keduanya: menggunakan metode pedagogis Rousseau sebagai jalan untuk menanamkan tujuan etis Miskawaih. Tiga model solusi yang ditawarkan, Pendidikan Akhlak Berbasis Pembiasaan Digital, Pendidikan Negatif Terpandu di Era Digital, dan Kurikulum Akhlak Kontekstual-Eksperiensial menjadi bukti bahwa dialog kritis antara kearifan Islam dan Barat mampu menghasilkan kerangka kerja yang holistik dan relevan untuk menjawab tantangan moralitas generasi kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing Tesis: Dr. Imam Syafi’i, M.Pd.,M.Pd.I |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Pendidikan Akhlak, Gen Z, Ibnu Miskawaih, Jean Jacques Rousseau, Era Digital. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | S2 PAI IKHAC |
| Date Deposited: | 07 Mar 2026 05:51 |
| Last Modified: | 07 Mar 2026 05:51 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5755 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

