SILENT TREATMENT DALAM RELASI SUAMI ISTRI SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-USRAH (Studi Putusan No. 68/Pdt.G/2024/PA.Tar)

Isma Nadia, Moehan (2026) SILENT TREATMENT DALAM RELASI SUAMI ISTRI SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-USRAH (Studi Putusan No. 68/Pdt.G/2024/PA.Tar). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.

[img] Text (Cover dan Abstrak 3 bahasa)
Cover dan Abstrak 3 bahasa.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I (Pendahuluan))
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (595kB)
[img] Text (BAB V (Kesimpulan))
BAB V (Kesimpulan).pdf - Published Version

Download (269kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (425kB)
[img] Text (Skripsi Isma Nadia Moehan Full)
Skripsi Isma Nadia Moehan Full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kata kunci: Silent Treatment, Perceraian, Maqāṣid Al-Usra, Sakinah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena silent treatment dalam hubungan suami istri yang kian sering muncul sebagai bagian konflik rumah tangga, tetapi belum banyak dikaji secara komprehensif dalam konteks hukum keluarga Islam, khususnya melalui kerangka Maqāṣid Al-Usrah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis bagaiman silent treatment dapat dikategorikan sebagai alasan perceraian dalam relasi suami istri pada Putusan Nomor 68/Pdt.G/2024/PA.Tar; dan (2) menganalisis relevansi Maqāṣid Al-Usrah dengan pertimbangan hakim dalam menjaga prinsip sakinah rumah tangga pada putusan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian yuridis-normatif dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment yang dilakukan tergugat bukan sekadar sikap diam biasa, melainkan telah berkembang menjadi pola komunikasi destruktif karena dilakukan secara berulang dan berkepanjangan. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan emosional, menghilangkan keharmonisan, serta memperbesar keretakan hubungan suami istri. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan, perilaku tersebut dapat dikategorikan sebagai bagian dari perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus sebagaimana diatur dalam Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Pertimbangan hakim juga relevan dengan maqāṣid al-usrah karena tidak hanya memperhatikan keberlangsungan perkawinan secara formal, tetapi juga kondisi psikologis dan emosional para pihak sebagai bagian dari upaya menjaga kemaslahatan keluarga. Dengan demikian, perceraian dalam perkara ini dapat dipahami sebagai langkah untuk mencegah kemudaratan yang lebih besar dan mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Silent Treatment, Perceraian, Maqāṣid Al-Usra, Sakinah.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: S1 HKI UAC
Date Deposited: 13 Oct 2026 10:54
Last Modified: 13 Oct 2026 10:54
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/7213

Actions (login required)

View Item View Item