Ilif Zahrotul, Fitriyah (2026) STRATEGI GURU PAI DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI ISLAM PADA SISWA GENERASI Z PERSPEKTIF KONSEP TA'DIB Al-ATTAS (STUDI KASUS DI MA NURUL ISLAM, KARANGCEMPAKA, BLUTO, SUMENEP). Masters thesis, UNIVERSITAS KH. ABDUL CHALIM.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak 3 Bahasa-2.pdf - Published Version Download (295kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1-2.pdf - Published Version Download (788kB) |
|
|
Text (BAB Akhir)
BAB Akhir-2.pdf - Published Version Download (205kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka-2.pdf - Published Version Download (575kB) |
|
|
Text (Tugas Akhir Ilmiah Utuh)
Tugas Akhir Ilmiah Utuh-2.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Generasi Z tumbuh di tengah arus digital yang nyaris tak terbendung, dan
kondisi ini membawa konsekuensi tersendiri bagi cara mereka memahami serta
mengamalkan nilai-nilai Islam. Fenomena itu tampak jelas di MA Nurul Islam,
Karangcempaka, Bluto, Sumenep, tempat siswa menunjukkan pengetahuan
keagamaan yang cukup memadai, namun belum sepenuhnya tercermin dalam
perilaku sehari-hari. Berangkat dari kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan kondisi nilai-nilai Islam siswa generasi Z di MA Nurul
Islam dan menganalisis strategi yang digunakan guru PAI dalam
menginternalisasikan nilai-nilai Islam kepada Gen Z.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain studi kasus. Data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam
terhadap kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, empat guru PAI, serta
sepuluh siswa, dan dilengkapi dengan dokumentasi. Analisis data mengikuti
model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sementara keabsahan data dijaga
melalui triangulasi sumber dan teknik.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa siswa generasi Z di MA Nurul
Islam sesungguhnya memiliki pemahaman kognitif yang baik tentang ajaran
Islam, hanya saja pemahaman tersebut cenderung parsial karena sebagian besar
diperoleh secara tidak sengaja dari linimasa media sosial. Nilai-nilai yang bersifat
praktis dan memberi kepuasan instan—seperti tolong-menolong—relatif mudah
dijalankan, sedangkan nilai yang menuntut konsistensi jangka panjang, seperti
menjaga shalat lima waktu, ikhlas, dan menjaga lisan, masih menjadi pergulatan
tersendiri. Kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan inilah yang oleh peneliti
dibaca melalui kerangka konsep ta'dib Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai
bentuk "krisis adab" yang belum sepenuhnya tertangani. Di sisi guru, ditemukan
adanya pergeseran strategi dari metode ceramah satu arah menuju pendekatan
yang lebih dialogis, berbasis proyek, dan memanfaatkan teknologi digital secara
aktif, mulai dari pembuatan konten dakwah hingga pembelajaran berbasis
pengalaman langsung. Pendekatan personal dan keteladanan guru, baik di dunia
nyata maupun di ruang digital, terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan
strategi tersebut, meskipun tantangan berupa kompetisi perhatian dan kesenjangan
kompetensi digital antarguru masih perlu terus diatasi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strategi, nilai-nilai Islam, gen Z |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | S2 PAI IKHAC |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 04:28 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 04:28 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/7121 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

