ARDI, Pria Ramdani (2025) PERJODOHAN DI KELUARGKA PENGASUH PONDOK PESANTREN RAUDLATUSSHOLIHIN DESA RAJAGALUH KIDUL KABUPATEN MAJALENGKA PERSPEKTIF MAQᾹṢID AL-‘Ᾱ’ILAH MUḤAMMAD ṬᾹHIR IBN ἏSYŪR. Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (Cover dan Abstrak)
cover dan abstrak.pdf - Published Version Download (930kB) |
|
|
Text (Bab 1)
bab 1.pdf - Published Version Download (405kB) |
|
|
Text (Bab 5)
Bab 5.pdf - Published Version Download (111kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Ardi Pria Ramdani)
Skripsi Full Ardi Pria Ramdani.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perjodohan masih lestari di beberapa kelompok masyarakat Indonesia, terutama di kalangan kiai atau ulama pengasuh pondok pesantren. Praktik ini berakar kuat pada adat istiadat leluhur dan nilai-nilai agama, seringkali mendasarkan pada konsep kecocokan pasangan (kafa'ah) dan hak orang tua dalam pernikahan (ijbar). Namun, potensi pembatasan otonomi individu dalam memilih pasangan hidup menjadi sorotan penting.
Sebuah penelitian mendalam dilakukan untuk mengkaji praktik perjodohan di keluarga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatussholihin, Majalengka. Mengingat minimnya teks normatif Islam yang mengatur secara eksplisit tentang perjodohan, penelitian ini menggunakan pendekatan derivasi putusan hukum yang berorientasi pada maqashid syariah (tujuan hukum Islam) dalam konteks keluarga, dengan fokus pada kemaslahatan yang ingin dicapai.
Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana pengasuh pondok pesantren Raudlatussholihin melaksanakan perjodohan bagi anak-anaknya dan menguraikannya dalam kerangka teori Maqāṣid al-‘Ᾱ’ilah (tujuan keluarga) menurut Muḥammad Ṭāhir Ibnu ‘Āsyūr. Dengan metode kualitatif dan studi kasus lapangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perjodohan yang diterapkan selaras dengan dimensi Maqāṣid al-‘Ᾱ’ilah , meliputi penguatan ikatan perkawinan (asiroh al-nikah), pemeliharaan garis keturunan (asiroh al-nasab wa alqurabah), dan perluasan hubungan kekerabatan melalui perkawinan (asiroh al-sihar).
Menariknya, prinsip kebebasan (al-Ḥurriyyah) sebagai salah satu tujuan universal yang dikemukakan oleh Muhammad Ṭāhir Ibn ‘Āsyūr juga terinternalisasi dalam praktik perjodohan keluarga Raudlatussholihin. Hal ini menyimpang dari anggapan umum bahwa perjodohan selalu melekat pada keluarga kiai. Tidak semua putra-putri pengasuh pondok pesantren Raudlatussholihin menjalani perkawinan melalui mekanisme perjodohan, menunjukkan adanya fleksibilitas dalam tradisi ini.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perjodohan, Pengasuh Pondok Pesantren, Maqasid Al-ailah ibn Asyur |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI UAC |
| Date Deposited: | 21 Jun 2026 07:20 |
| Last Modified: | 21 Jun 2026 07:20 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6267 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

