siti, mahmudah (2025) METODOLOGI TAFSIR EKOLOGI (Studi Komparasi Pemikiran Quraish Shihab dan Abdul Mustaqim). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (cover dan abstrak)
(cover dan abstrak).pdf - Published Version Download (434kB) |
|
|
Text (BAB I pendahuluan)
(BAB I (pendahuluan)).pdf - Published Version Download (438kB) |
|
|
Text (BAB V penutup)
(BAB V (penutup)).pdf - Published Version Download (194kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL)
skripsi full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin seriusnya krisis ekologis global yang tidak hanya menjadi perhatian ilmuwan dan pembuat kebijakan, tetapi juga mendorong lahirnya kesadaran baru di kalangan pemikir Muslim. Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memuat prinsip-prinsip dasar terkait pemeliharaan lingkungan, sehingga relevan untuk dikaji melalui perspektif tafsir ekologi. Dalam konteks ini, Quraish Shihab dan Abdul Mustaqim menjadi dua tokoh penting yang sama-sama memberikan perhatian besar terhadap isu lingkungan, meskipun dengan metodologi dan corak penafsiran yang berbeda.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis komparatif, dengan mengkaji pemikiran Quraish Shihab dalam buku Islam & Lingkungan serta Abdul Mustaqim dalam buku Tafsir Ekologi: Relasi Eko-Teologis Tuhan, Manusia, dan Alam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya memiliki persamaan dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama, mengintegrasikan akal, tafsir klasik, dan ilmu modern dalam penafsiran, serta sama-sama menekankan nilai moral dalam menjaga kelestarian alam. Namun, terdapat perbedaan orientasi metodologis: Quraish Shihab lebih menekankan pendekatan normatif-moral dengan gaya penafsiran reflektif dan kontekstual, melihat krisis lingkungan sebagai bagian dari krisis spiritual dan moral manusia. Sementara Abdul Mustaqim mengedepankan pendekatan eko-teologis dengan corak kritis-emansipatoris, menekankan relasi triadik antara Tuhan, manusia, dan alam, serta lebih berorientasi pada transformasi sosial.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa metodologi tafsir ekologi yang dibangun Quraish Shihab dan Abdul Mustaqim saling melengkapi. Keduanya memberikan kontribusi penting dalam pengembangan tafsir ekologi kontemporer yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif dalam memberikan solusi nyata terhadap problematika lingkungan global.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Metodologi, Tafsir Ekologi, Quraish Shihab, Abdul Mustaqim |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ushuluddin > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | S1 IQT IKHAC |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 08:30 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 08:30 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6148 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

