Robiatul, Adawiyah (2024) PEMBERIAN HAK ASUH ANAK DIBAWAH UMUR KEPADA AYAH KANDUNG PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor Perkara 2078/Pdt.G/PA.Mr). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (Cover Abstrak)
Cover Abstrak.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (309kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (187kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (253kB) |
|
|
Text (Skripsi Full)
Fiks Skripsi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perceraian merupakan sebuah tindakan hukum yang telah dibenarkan oleh agama ketika terjadi dalam keadaan darurat, yang dapat dilalui oleh adanya pasangan suami istri. Adanya hal tersebut bukan hanya bencana bagi pasangan namun juga berdampak bagi fisik dan psikis anak mereka. Skripsi ini mempersembahkan pembahasan mengenai pemberian hak asuh anak dibawah umur kepada ayah kandung pasca perceraian perspektif hukum Islam. Perkara tersebut merupakan putusan pengadilan agama mojokerto yang menetapkan adanya hak asuh anak dibawah umur kepada ayah kandung, sebagaimana kita ketahui bahwasanya anak dibawah umur seharusnya berada dibawah asuhan seorang ibu.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pertimbangan Majlis Hakim mengenai adanya pemberian hak asuh anak dibawah umur kepada ayah kandung pasca perceraian dalam putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomer Perkara 2078/Pdt.G/PA.Mr dan mengetahui Persfektif Hukum Islam yakni kaidah fiqih maslahah mursalah tentang pemberian hak asuh anak dibawah umur.
Adapun jenis yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (Library Recearch) dengan menggunakan metode kualitatif. Dalam penulisan disini mengambil adanya data data dalam penelitian ini bersumber dari data primer, data skunder dan juga data tersier, yang berupa Pengadilan Agama Mojokerto Nomor Perkara 2078/Pdt.G/PA.Mr.
Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa pertama, adanya dasar hukum pemberian hak asuh anak dibawah umur kepada ayah kandung berdasarkan pada Buku II Edisi Revisi 2013 halaman 156 huruf (b) berbunyi: Pemeliharaan anak yang belum berusia 12 tahun dapat dialihkan pada ayahnya, apabila ibu dianggap tidak cakap,mengabaikan atau mempunyai prilaku buruk yang menghambat pertumbuhan jasmani, rohani kecerdasan intelektual dan agama sianak. Begitu pula pada ketentuan pasal 105 KHI dapat dibenarkan dengan ketentuan pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2002 yg telah di ubah dengan Undang-Undang Nomor 35 tentang pentingnya perlindungan anak. Dalam hukum Islam yang dikaji dalam teori maslahah mursalah telah sesuai dengan tujuan dari hadhanah yakni mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan anak agar nantinya dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dibawah pengasuhan orang yang tepat. Begitu pula hakim selaku penegak hukum harus adil dalam memberikan putusan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hadhanah. Pasca Perceraian, Maslahah Mursalah |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI UAC |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 10:07 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 10:07 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5652 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

