LARANGAN MENIKAH ANTAR MARGA PERSFEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kampung Bate Iliek Kec. Samalanga Kab. Bireuen)

Safrizal, Safrizal (2025) LARANGAN MENIKAH ANTAR MARGA PERSFEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kampung Bate Iliek Kec. Samalanga Kab. Bireuen). Masters thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.

[img] Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTARK.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 (PENDAHULUAN).pdf - Published Version

Download (353kB)
[img] Text (BAB VI PENUTUP)
BAB VI.pdf - Published Version

Download (224kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (238kB)
[img] Text (TESIS RIZAL FULL)
TESIS IZAL ACEH baru .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Larangan perkawinan satu marga bukan hanya berlaku bagi umat Islam, tapi juga mengikat non muslim. Soalnya, dalil larangan menikah semarga bukan dari tuntunan Islam, tapi berasal dari adat istiadat suku Pakpak, sehinga larangan perkawinan semarga tersebut masih berlaku di Desa Kampung Bate Iliek, Di desa tersebut pernah terjadi perkawinan semarga, tapi tak menjadi persoalan dan tak ada sanksi bagi pelakunya. jadi masalahnya adalah meskipun sama-sama berasal dari semarga, hubungan antara sesorang pria dan wanita yang akan menikah tidak memiliki hubungan nasab yang dekat yang menjadi penghalang keduanya untuk menikah.
Fokus Penelitian 1. Bagaimana pandangan masyarakat Kampung Bate Iliek, Kec. Samalanga Kab. Bireuen terhadap larangan pernikahan satu marga, 2. Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap larangan pernikahan satu marga di Kampung Bate Iliek, Kec. Samalanga Kab. Bireuen. Tujuan Penelitian: 1. Untuk menganalisis praktik dan pandangan masyarakat Kampung Bate Iliek Kec. Samalanga Kab. Bireuen terhadap larangan pernikahan satu marga. 2. Untuk menganalisis pandangan hukum Islam terhadap larangan pernikahan satu marga di Kampung Bate Iliek Kec. Samalanga Kab. Bireuen
Metode dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus karena data yang dibutuhkan peneliti ada di Kecamatan Bireueun. Data diperoleh dalam metode kualitatif ini melalui Data Primer dimana peneliti memperoleh dari responden sementara data sekunder diperoleh dari beberapa sumber atau literasi seperti jurnal, buku atau artikel lainnya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sekalipun larangan pernikahan sesama marga tersebut diterapkan di masyarakat suku Pakpak namun kerap kali dilakukan dengan dalil 1. Faktor Saling Mencintai, 2. Lokasi atau Lingkungan yang jauh dari Kampung dan 3. Faktor pemahaman tentang Agama. Sementara pandangan agama terhadap kasus ini bahwa, Islam sama sekali tidak melarang pernikahan yang terjadi antara sesama marga ataupun karena faktor lainnya. Hal ini di buktikan dalam banyak dalil bahwa ternyata Islam membolehkan menikah dengan saudara sekalipun dengan sesama sepupu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Menikah, Marga, Hukum Islam
Subjects: J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Pascasarjana > Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: s2hki s2hki
Date Deposited: 19 Jan 2026 08:37
Last Modified: 19 Jan 2026 08:37
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5574

Actions (login required)

View Item View Item