MOCHAMMAD, DANY ARDIANSYAH (2025) LARANGAN PERKAWINAN WETON WAGE PAHING DALAM TRADISI MASYARAKAT SANTRI PUNGGING MOJOKERTO PERSPEKTIF MAQASID HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Kasus di Desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur). Diploma thesis, Universitas Kh.Abdul Chalim.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (263kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I .pdf - Published Version Download (250kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (164kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Larangan perkawinan antara weton Wage dan Pahing merupakan bagian dari
kepercayaan budaya masyarakat Jawa, khususnya kalangan santri di Desa
Pungging, Mojokerto. Keyakinan ini berakar pada anggapan bahwa pasangan
dengan kombinasi weton tersebut akan menghadapi berbagai kesialan dalam rumah
tangga, seperti perceraian, masalah keuangan, gangguan kesehatan, hingga
kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk tradisi tersebut
dan mengkaji maknanya melalui perspektif Maqasid Hukum Keluarga Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap
tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat lokal.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa larangan ini memiliki nilai sosial
dalam menjaga kelestarian budaya dan harmoni masyarakat, meskipun tidak
memiliki dasar dalam hukum Islam secara normatif. Dalam kerangka Maqasid
Hukum Keluarga Islam, tradisi ini dianggap tidak bertentangan dengan syariat
selama tidak diyakini secara mutlak sebagai penentu nasib atau takdir. Selama
keyakinan kepada Allah SWT sebagai penentu utama tetap dijaga, larangan ini
dapat dilihat sebagai bentuk usaha budaya untuk menjaga kemaslahatan keluarga.
Pendekatan Maqasid memungkinkan adanya ruang apresiasi terhadap tradisi lokal
selama tetap sejalan dengan nilai-nilai utama dalam ajaran Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan perkawinan Weton Wage
Pahing masih diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat santri di Desa Pungging
sebagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Meskipun mereka adalah
masyarakat santri yang akrab dengan ajaran Islam, kepercayaan terhadap tradisi ini
tetap kuat. Dari perspektif Maqasid Hukum Keluarga Islam, larangan ini tidak
memiliki dasar syariat yang jelas. Namun, jika tradisi ini dapat menjaga
kemaslahatan dan keharmonisan keluarga, serta mencegah kerusakan sosial yang
lebih besar akibat keyakinan masyarakat, maka tradisi tersebut dapat dinilai sesuai
dengan maqasid hukum keluarga. Oleh karena itu, skripsi ini berargumen bahwa
perlu ada pemahaman yang sinergis antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam untuk
memperkuat penghormatan terhadap budaya sekaligus memberikan ruang refleksi
kritis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Weton, Larangan Perkawinan, Maqasid Hukum Keluarga Islam, Masyarakat Santri, Tradisi Lokal. |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI IKHAC |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 11:01 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 11:01 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5551 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

