Faisal, Akbar (2024) SENGKETA HAK KUASA ASUH ANAK PADA IBU YANG SUDAH MENIKAH LAGI PERSPEKTIF TA’ARUD AL-ADILLAH MUHAMAD ABU ZAHRAH (Studi Putusan Nomor 893/Pdt.G/2017/Pa.Kag dan Putusan Nomor 2710/Pdt.G/2023/Pa.Sby). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (336kB) |
|
|
Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (310kB) |
|
|
Text (BAB V Penutup)
BAB V Penutup.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text)
Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Dalam dunia peradilan, peraturan perundang-undangan merupakan suatu bentuk kerangka hukum yang menjadi pedoman pengadilan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum. Kebijakan perundangan tentunya dibentuk berdasarkan unifikasi terhadap kepentingan yang tersebar dikalangan masyarakat, namun perundang-undangan sendiri hingga saat ini belum mampu mengakomodir semua aspek kebutuhan hukum dikalangan masyarakat secara menyeluruh..Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sengketa hak kuasa asuh anak pada ibu yang sudah menikah lagi yang terjadi dalam putusan nomor 893/Pdt.G/2017/Pa.Kag dan putusan nomor 2710/Pdt.G/2023/Pa.Sby, Serta analisis perspektif ta’arud al-adillah muhamad abu zahrah terkait adanya pertentangan dalil yang digunakan dalam kedua putusan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan Deskriptif-Kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus dengan tinjauan Yuridis Normatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Data-data tersebut bersumber dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer berupa putusan nomor 893/Pdt.G/2017/Pa.Kag dan putusan nomor 2710/Pdt.G/2023/Pa.Sby. Adapun data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa Buku-buku, Jurnal, Prosiding, Ensiklopedia, Hasil penelitian terdahulu serta referensi lainnya yang relevan.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penyelesaian sengketa hak kuasa asuh anak pada ibu yang sudah menikah lagi bersifat lentur sebagaimana tercermin dalam putusan nomor 2710/Pdt.G/2023/Pa.Sby yang mencabut kuasa asuh bagi ibu dikarenakan sudah menikah lagi, sementara putusan nomor 893/Pdt.G/2017/Pa.Kag tetap memberikan hak kuasa asuh kepada ibu meskipun sudah menikah lagi. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran hukum hanyalah sebagai alat yang digunakan untuk menerapkan keadilan berdasarkan fakta yang ada, sehingga penerapannya harus disesuaikan dengan fakta spesifik dari setiap kasus yang dihadapi. Perspektif ta’arud al-adillah muhamad abu zahrah menanggapi bahwa pertentangan yang terjadi antara kedua dalil tersebut dapat diselesaikan dengan al-jam’u wa al-taufiq, yakni mempertemukan dan mengkompromikan kedua dalil untuk dapat diimplementasikan sebagaimana semestinya. Oleh karena itu, perbedaan argumen pada kasus kuasa asuh bagi ibu yang sudah menikah lagi tidaklah menunjukkan kontradiksi yang begitu berarti, melainkan merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi perkara tersebut dan keadaan para pihak bagi kepentingan masa depan anak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing: Sinta Devi Ambarwati, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Sengketa, Hak kuasa asuh, Ta’arud al-adillah |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI IKHAC |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 08:49 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 08:49 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

