ARWIN, ARWIN (2025) PERKAWINAN DI BAWAH TANGAN DI KECAMATAN PAMBOANG KABUPATEN MAJENE PERSPEKTIF KONSTRUKSI SOSIAL ISLAM. Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Supplemental Material Download (489kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (475kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (118kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (272kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
SKRIPSI FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana pandangan masyarakat Kecamatan Pamboang terhadap perkawinan di bawah tangan?, 2) Bagaimana proses konstruksi sosial terbentuknya perkawinan di bawah tangan di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene?. Pokok permasalahan ini diangkat berdasarkan fenomena perkawinan yang dilakukan tanpa pencatatan resmi oleh negara, namun tetap berlangsung secara luas di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pamboang.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam bagaimana masyarakat memandang praktik perkawinan di bawah tangan serta memahami proses pembentukan konstruksi sosial yang mempengaruhi keberlangsungan praktik tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai relasi antara nilai-nilai sosial, agama, serta budaya dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap pentingnya legalitas perkawinan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi dari masyarakat, tokoh agama, serta lembaga terkait seperti Kantor Urusan Agama dan Pengadilan Agama. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara rinci realitas sosial yang ada di masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa perkawinan di bawah tangan terjadi karena beberapa faktor, seperti rendahnya pemahaman hukum, faktor ekonomi, dan pengaruh budaya serta agama yang kuat. Masyarakat menilai bahwa sahnya perkawinan secara agama sudah cukup tanpa perlu pencatatan negara. Konstruksi sosial yang terbentuk dari kebiasaan ini diperkuat oleh lingkungan sekitar dan legitimasi tokoh agama. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah edukatif, pembenahan layanan pencatatan perkawinan, serta penguatan peran tokoh masyarakat dalam mengubah pola pikir masyarakat menuju kesadaran hukum yang lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan di Bawah Tangan, Pandangan Masyarakat dan Konstruksi Sosial. |
| Subjects: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI IKHAC |
| Date Deposited: | 05 Jan 2026 11:29 |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 11:29 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/4623 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

