Sueb, Sueb (2026) EKSISTENSI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN SALAF DI ERA DIGITALISASI (STUDI MULTI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL KHOZINY DAN PONDOK PESANTREN AL HAMDANIYAH). Doctoral thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text
1. Cover.pdf Download (531kB) |
|
|
Text
1. Cover.pdf Download (531kB) |
|
|
Text
2. bab 1.pdf Download (416kB) |
|
|
Text
3. bab 6 (penutup).pdf Download (212kB) |
|
|
Text
4. Daftar Pustaka.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
5. Disertasi Utuh.pdf Download (9MB) |
Abstract
Su’eb, 2026. Eksistensi Pendidikan Pondok Pesantren Salaf di Era Digitalisasi, (Studi Multi Kasus di Pondok Pesantren Al Khoziny dan Pondok Pesantren Al Hamdaniyah). Disertasi. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim Mojokoerto. Pembimbing Disertasi: Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., Ma., Ph.D., Dr. H. Zakariyah, M.Pd.I.
Kata Kunci: eksistensi, pendidikan, pondok pesantren, digitalisasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh, pengurus, ustaz, dan santri, serta studi dokumentasi pada kedua pesantren. Analisis data dilakukan melalui analisis kasus tunggal pada masing-masing pesantren, dilanjutkan dengan analisis lintas kasus (cross-case analysis) untuk memperoleh sintesis temuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pesantren tetap mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan pesantren salaf melalui pelestarian sistem pembelajaran kitab kuning, metode sorogan, bandongan, wetonan, pembinaan akhlak, serta penguatan otoritas kiai sebagai identitas utama pesantren. Di sisi lain, kedua pesantren melakukan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital secara selektif melalui pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, administrasi, dakwah, serta pengembangan literasi digital bagi santri tanpa menggeser nilai-nilai dasar kepesantrenan. Eksistensi tersebut didukung oleh kepemimpinan kiai yang adaptif, komitmen seluruh sivitas pesantren, dukungan masyarakat dan alumni, serta pemanfaatan teknologi yang terarah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan infrastruktur digital, kemampuan literasi digital yang belum merata, keterbatasan pendanaan, serta potensi penyalahgunaan media digital oleh santri. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, kedua pesantren menerapkan berbagai solusi berupa integrasi teknologi secara selektif, penguatan pendidikan karakter berbasis adab, peningkatan literasi digital, penyusunan regulasi penggunaan media digital, serta pengembangan jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga. Temuan penelitian ini menghasilkan suatu konsep bahwa eksistensi pendidikan pesantren salaf tidak ditentukan oleh sejauh mana pesantren melakukan modernisasi, melainkan oleh kemampuannya menjaga relevansi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Relevansi tersebut diwujudkan melalui adaptasi yang selektif terhadap teknologi digital dengan tetap mempertahankan tradisi keilmuan, budaya, dan nilai-nilai kepesantrenan sebagai fondasi utama pendidikan Islam.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | S3 PAI UAC |
| Date Deposited: | 03 Oct 2026 04:33 |
| Last Modified: | 03 Oct 2026 04:33 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/7029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

