MODERASI BERAGAMA DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Penafsiran Konsep Wasat}iyyah dalam Tafsir Al-Mishbah dan Tafsir Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n)

Muhammad Fauzan, Alfajri (2026) MODERASI BERAGAMA DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Penafsiran Konsep Wasat}iyyah dalam Tafsir Al-Mishbah dan Tafsir Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.

[img] Text (Cover dan Abstrak 3 bahasa)
Cover dan Abstrak 3 bahasa.pdf - Published Version

Download (487kB)
[img] Text (BAB I (Pendahuluan))
BAB I (Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (469kB)
[img] Text (BAB Akhir)
BAB Akhir.pdf - Published Version

Download (178kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img] Text (Tugas Ilmiah Utuh)
Tugas Ilmiah Utuh.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas moderasi beragama dalam Al-Qur’an studi komparatif penafsiran konsep wasat}iyyah dalam Tafsir Al-Mishbah dan Tafsir Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n. Keberagaman yang ada di Indonesia kerap sekali berpotensi menimbulkan gesekan antarumat beragama dan sering sekali terjebak dalam polarisasi ideologis antara kelompok yang radikal (ekstrem kanan) dan kelompok liberal (ekstrem kiri). Konsep wasat}iyyah melalui prinsip-prinsip dasar wasat}iyyah hadir sebagai solusi jalan tengah untuk menangkal hal semacam itu. Penelitian ini berfokus kepada penafsiran konsep wasat}iyyah dalam Tafsir Al-Mishbah dan Tafsir Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n dan relevansinya terhadap moderasi beragama di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan teknik analisis datanya berupa analisis konten untuk mengkaji isi teks secara sistematis. Dengan cara mengumpulkan data yang berkaitan dengan penafsiran konsep wasat}iyyah dalam Tafsir Al-Mishbah dan Tafsir Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n. Penelitian ini menggunakan metode komparatif, dengan langkah analisis, menentukan tema, menunjukkan keunikan dan kekhasan mufasir, melakukan analisis secara mendalam terhadap penafsiran kedua mufasir dan merumuskan kesimpulan komparatif yang menjawab rumusan masalah penelitian.
Secara garis besar, kedua mufasir memiliki persamaan yaitu sepakat bahwa umat Islam adalah umat pertengahan, sehingga dengan posisi tengah tersebu. umat Islam dapa menjadi saksi bagi manusia lainnya Perbedaan terletak pada perbedaan latar belakang kedua mufasir dan keadaan sosio politik kedua mufasir. Tentunya hal tersebut berdampak kepada penafsiran kedua mufasir. M. Quraish Shihab memandang wasat}iyyah secara horizontal tidak memihak ke kanan dan ke kiri. Sedangkan Sayyid Qut}b memandang wasat}iyyah secara vertikal antara kehidupan dunia dan akhirat haruslah seimbang. Relevansinya terhadap moderasi beragama adalah memahami teks keagamaan secara komprehensif, mengidentifikasi polarisasi ideologis yang ada pada masyarakat multikultural, keseimbangan dalam kehidupan, menjaga persatuan, mewaspadai fanatisme dalam penafsiran, menghargai kemajemukan, mewujudkan kedamaian dan antikekerasan dan terbuka dan menghormati budaya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Wasat}iyyah, Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Fi> Z{ila>l al-Qur’a>n.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ushuluddin > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: S1 IQT IKHAC
Date Deposited: 25 Sep 2026 06:59
Last Modified: 25 Sep 2026 06:59
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/7008

Actions (login required)

View Item View Item