INTERPRETASI MU‘A<SYARAH BI AL-MA’RU<F DALAM QS. AL-NISA<’ [4]: 19 PERSPEKTIF HERMENEUTIKA FUNGSIONAL JORGE J.E GRACIA

Fitriani, Fitriani (2025) INTERPRETASI MU‘A<SYARAH BI AL-MA’RU<F DALAM QS. AL-NISA<’ [4]: 19 PERSPEKTIF HERMENEUTIKA FUNGSIONAL JORGE J.E GRACIA. Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
CA.pdf - Published Version

Download (470kB)
[img] Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (483kB)
[img] Text (Bab V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (182kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (214kB)
[img] Text (Skripsi Full)
SKRIPSI fiks 2.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang masih terjadi di berbagai lapisan masyarakat, baik secara fisik maupun psikis, meskipun sudah ada regulasi dan kesadaran hukum. QS. al-Nisā’ [4]:19 memuat prinsip Mu‘a>syarah bi al-Ma’ru>f yang menekankan pergaulan secara patut dan penuh penghormatan dalam relasi suami-istri. Prinsip ini, jika dipahami melalui pendekatan hermeneutika fungsional Jorge J.E. Gracia, dapat memberikan solusi normatif dan praktis untuk mencegah serta menanggulangi KDRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna, pengembangan makna, dan implikasi ayat tersebut dalam konteks modern, khususnya sebagai landasan etis dalam upaya penghapusan KDRT.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Library Research. Data dianalisis menggunakan teori hermeneutika fungsional Jorge J.E. Gracia yang terdiri dari tiga fungsi utama: fungsi historis, fungsi makna, dan fungsi implikasi. Fungsi historis digunakan untuk mengungkap konteks sosial-historis dan linguistik turunnya ayat, fungsi makna untuk mengembangkan pesan ayat agar relevan bagi audiens kontemporer, dan fungsi implikasi untuk menafsirkan penerapan nilai ayat dalam kehidupan modern.
Hasil analisis pada penelitian ini adalah menunjukkan bahwa secara historis, QS. al-Nisā’ [4]:19 hadir sebagai koreksi terhadap praktik jahiliah yang mengekang kebebasan dan martabat perempuan. Fungsi makna mengungkap bahwa Mu‘a>syarah bi al-Ma’ru>f bukan hanya perintah berbuat baik secara lahiriah, tetapi juga menuntut kebebasan dari pemaksaan, kekerasan fisik, dan tekanan psikis. Sementara itu, fungsi implikasi menunjukkan relevansi ayat ini dalam mencegah dan mengatasi KDRT melalui pembentukan relasi rumah tangga yang setara, harmonis, dan penuh kasih sayang, sekaligus mendukung upaya hukum dan sosial untuk melindungi korban.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Mu‘a>syarah bi al-Ma’ru>f¸ QS. al-Nisa>’ [4]: 19, Hermeneutika Jorge J.E Gracia
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ushuluddin > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: S1 IQT IKHAC
Date Deposited: 02 Sep 2026 07:26
Last Modified: 02 Sep 2026 07:26
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6718

Actions (login required)

View Item View Item