Panpan, Alwi Fahmi (2026) Transformasi Hukum Terhadap Pelanggaran Hak Perempuan dalam Praktik Poligami Tanpa Izin Istri Perspektif Sosiologi Hukum dan Keadilan Gender(Studi Putusan Nomor 3103/Pid.B/2011/PN.Sby di Pengadilan Negeri Surabaya). Masters thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (Cover dan Abstrak)
Cover dan Abstrak.pdf - Published Version Download (671kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab I Pendahuluan.pdf - Published Version Download (956kB) |
|
|
Text (Bab VI Penutup)
Bab VI Penutup.pdf - Published Version Download (421kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (598kB) |
|
|
Text (Tesis Full Text)
Tesis Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Praktik poligami tanpa izin istri dipandang sebagai persoalan hukum administratif dalam hukum keluarga, bukan ranah hukum pidana sebagai hukum publik. Dalam hukum positif izin istri merupakan syarat untuk memperoleh izin dari pengadilan untuk poligami, sedangkan dalam syariat Islam izin bukan merupakan syarat sah poligami melainkan bagian dari prinsip mu’asyarah bil ma’ruf. Putusan Nomor 3103/Pid.B/2011/PN.Sby. menjadi salah satu contoh pemidanaan terhadap praktik poligami tana izin istri. Perbedaan pendapat mengenai izin istri tersebut menimbulkan polemik mengenai legitimasi pemidanaan praktik poligami tanpa izin istri. Aturan mengenai poligami harus berorientasi terhadap perlindungan perempuan dengan memperhatikan keadilan bagi perempuan berbasis gender.
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi hukum terhadap peraturan hukum mengenai poligami tanpa izin istri, mengidentifikasi bentuk-bentuk pelanggaran terhadap hak-hak perempuan dan penerapan hukumnya, serta menganalisis praktik poligami tanpa izin istri dalam perspektif keadilan gender dalam Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Kemudian penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan jenis penelitian hukum yuridis-sosiologis yang menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui observasi dengan mencari putusan pengadilan terkait praktik poligami tanpa izin istri, dokumentasi sumber data terkait, dan wawancara dengan narasumber. Penulis menggunakan teknik analisis deskriptif dalam proses analisis data.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sanksi pidana terhadap praktik poligami tanpa izin istri di Indonesia merupakan konsekuensi dari pergeseran paradigma dan orientasi penegakkan hukum, dari sekedar penilaian administratif menuju keadilan substantif bagi perempuan. Praktik poligami tanpa izin istri merupakan pelanggaran terhadap hak hukum, hak ekonomi, hak psikologis, dan hak keadilan perempuan. Dalam perspektif keadilan gender poligami tanpa izin istri bertentangan dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf, keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan martabat perempuan. Penerapan sanksi pidana merupakan bentuk perlindungan hukum yang sejalan dengan tujuan hukum nasional, prinsip keadilan gender, dan nilai-nilai maqashid syari’ah dalam mewujudkan keadilan substantif bagi perempuan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Transformasi Hukum, Poligami Tanpa Izin Istri, Sosiologi Hukum, Keadilan Gender |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | s2hki s2hki |
| Date Deposited: | 12 Sep 2026 07:57 |
| Last Modified: | 12 Sep 2026 07:57 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6697 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

