Andi Anggun, Hidayat (2024) HIPERSEKS SEBAGAI ALASAN IZIN POLIGAMI PERSPEKTIF SADD AL-ZARI’AH (Studi Putusan Pengadilan Agama Nomor. 514/Pdt.G/2022/PA.Prob). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (cover abstrak)
Cover Abstrak.pdf - Published Version Download (575kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (437kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (daftar pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (297kB) |
|
|
Text (skripsi full)
Skripsi Andi Anggun Hidayat (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Hiperseks merupakan salah satu gangguan yang terjadi di mana seseorang mengalami kecanduan terhadap hubungan seks. Hiperseks bisa juga disematkan kepada orang yang melakukan hubungan seks dengan intensitas lebih tinggi dari orang normal. Selain itu, hiperseks juga memiliki dampak negatif lainnya seperti terjerumusnya seseorang keranah perzinahan serta dapat menghancurkan ikatan keluarga yang telah terjalin. Oleh karena itu, dalam menghadapi adanya situasi seperti ini, tidak sedikit suami yang mengalami hiperseks, namun ia lebih memilih untuk tetap mempertahankan keluarganya dan berusaha untuk tidak terjerumus kepada perzinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangn hakim Pengadilan Agama Probolinggo dalam putusan Nomor 514/Pdt.G/PA.Mr.Prob. Mengenai hiperseks sebagai alasan izin poligami. Pertimbangan ini kemudian ditinjau dan di analisis menggunakan hukum Islam sadd al-Z|ari’ah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yang bersifat penelitian kepustakaan (library reseach). Untuk pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kasus (case approach). Data-data dalam penelitian ini bersumber dari data primer, data skunder dan data tersier. Yakni sumber data primer yang berupa putusan Pengadilan Agama Probolinggo Nomor Perkara 514/Pdt.G/PA.Prob. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan yakni pertama, Majelis Hakim berpendapat bahwa dalam memutuskan perkara tersebut harus Pemohon dapat membuktikan dalil-dalil permohonannya untuk beristri lebih dari satu (poligami) dan telah memenuhi syarat kumulatif dan syarat fakultatif, yakni istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri, karena hasrat seksual suami sangat tinggi. Sebagaimana ketentuan syari’at Islam dalam al-Qur’an surat al-Nisa’ ayat (3) dan (129), pasal 4 dan pasal 5 Undang-Undang Nomor 16
Tahun 2019 perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 41 huruf a, b, c dan d Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 55 dan Psal 58 Kompilasi Hukum Islam. Kedua, berdasarkan pertimbangan di atas apabila dihubungkan dengan konsep Sadd al-Z|ari’ah, maka memberi izin poligami kepada Pemohon adalah lebih maslahat, karena Hakim berupaya menutup jalan kepada kerusakan yang besar kedepannya, serta menyelamatkan mereka dari perbuatan maksiat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hiperseks, Izin Poligami, Sadd al-Zari’ah |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI UAC |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 06:21 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 06:21 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6676 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

