IMPLIKASI PENUNDAAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN TERHADAP HUBUNGAN KELUARGA DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM

Hasanuddin, Hasanuddin (2026) IMPLIKASI PENUNDAAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN TERHADAP HUBUNGAN KELUARGA DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM. Masters thesis, Program Mgister Hukum Keluarga Islam.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
Text (Cover dan Abstrak)..pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
text (Bab 1 Pendahuluan).pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (Bab Penutup)
Text (Bab Penutup).pdf - Published Version

Download (149kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
text (Daftar Pustaka).pdf - Published Version

Download (149kB)
[img] Text (Tesis Full)
Text (Tesis Full).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK
Hasanuddin, 2025. Implikasi Penundaan Pembagian Harta Warisan terhadap Hubungan Keluarga di Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar dalam Tinjauan Hukum Islam. Tesis, Program Pascasarjana Hukum Keluarga Islam, Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto. Pembimbing: Dr. M. Chabibi. M.Hum
Kata Kunci: Penundaan warisan, keharmonisan keluarga, hukum Islam

Hukum Islam mengatur pembagian harta warisan secara jelas dan proporsional sebagaimana diatur dalam QS. An-Nisa ayat 11–12, namun dalam praktiknya masyarakat di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, sering kali menunda pembagian tersebut. Penundaan ini tidak dimaksudkan untuk mengingkari ketentuan syariat, melainkan sebagai strategi sosial untuk menjaga keharmonisan, menghindari konflik, mempertahankan keutuhan aset, serta menunggu kesiapan ahli waris baik secara emosional maupun ekonomi. Fenomena ini mencerminkan adanya dialektika antara teks normatif hukum Islam dan realitas sosiokultural masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembagian harta warisan menurut kebiasaan masyarakat di Kecamatan Krueng Barona Jaya; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penundaan pembagian harta warisan; serta (3) menganalisis implikasi sosial, ekonomi, dan psikologis dari praktik penundaan tersebut dalam perspektif hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, perangkat gampong, dan masyarakat, serta observasi dan studi dokumentasi terhadap literatur fikih kewarisan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), dan referensi terkait. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengintegrasikan temuan empiris dan kerangka normatif hukum Islam.
Penelitian ini menemukan bahwa pembagian harta warisan di Kecamatan Krueng Barona Jaya dilakukan melalui musyawarah keluarga dengan melibatkan tokoh agama dan adat. Faktor penundaan meliputi: (a) keinginan menjaga keharmonisan keluarga; (b) kondisi ahli waris yang belum siap secara emosional atau ekonomi; (c) pemanfaatan aset warisan secara kolektif agar tetap produktif; dan (d) pengaruh tradisi lokal yang menekankan musyawarah dan simbol persatuan keluarga. Implikasi penundaan bersifat ambivalen: di satu sisi memperkuat solidaritas keluarga dan menjaga aset tetap utuh, namun di sisi lain berpotensi memicu konflik laten apabila tidak disertai kesepakatan jelas dan mekanisme pengelolaan yang adil. Praktik penundaan pembagian harta warisan di Kecamatan Krueng Barona Jaya dapat dipahami sebagai bentuk adaptasi kultural terhadap ketentuan syariat, yang didorong oleh prinsip kemaslahatan (jalb al-masalih).

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
Divisions: Pascasarjana > Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: s2hki s2hki
Date Deposited: 25 Jun 2026 09:15
Last Modified: 25 Jun 2026 09:15
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6313

Actions (login required)

View Item View Item