TRADISI PENENTUAN HARI NIKAH DI MASYARAKAT ACEH BESAR DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM

Surya Darma, Surya Darma (2025) TRADISI PENENTUAN HARI NIKAH DI MASYARAKAT ACEH BESAR DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM. Masters thesis, UNIVERSITAS K.H ABDUL CHALIM MOJOKERTO.

[img] Text (Cover dan Abstrak)
surya cover dan abstrak.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I Pendahuluan)
surya BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (571kB)
[img] Text (BAB VI Penutup)
surya BAB VI penutup.pdf - Published Version

Download (403kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
surya DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (275kB)
[img] Text (Full Text Thesis)
Tesis Surya Darma-fuul tesis 2233333.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penentuan hari baik dalam pernikahan pada masyarakat Aceh Besar, khususnya di Gampong Lambaro Ingin Jaya, serta meninjau kesesuaiannya dengan hukum Islam. Tradisi tersebut masih hidup dan lestari di tengah masyarakat, di mana hari-hari tertentu seperti Jumat atau Kamis malam Jumat serta bulan-bulan Hijriah seperti Syawal dan Rabiul Awal dianggap membawa keberkahan dan dipilih sebagai waktu pelaksanaan akad nikah.
Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, karena pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali dan memahami secara mendalam fenomena sosial yang kompleks dalam konteks budaya dan keagamaan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tokoh agama, aparatur desa, dan masyarakat Gampong Lambaro. Pendekatan ini juga relevan untuk mengungkap dinamika lokal secara kontekstual, yang tidak dapat diukur secara kuantitatif, namun penting dalam memahami nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penentuan hari Nikah tergolong sebagai ‘urf shāliḥ (kebiasaan yang baik) yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum Islam, selama tidak diyakini sebagai penentu mutlak terhadap nasib atau takdir, serta tidak mengandung unsur tathayyur (keyakinan terhadap pertanda buruk). Dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, tradisi ini sejalan dengan prinsip ḥifẓ al-dīn (menjaga agama) dan ḥifẓ al-nafs (menjaga jiwa), karena memberi dampak positif secara spiritual dan psikologis bagi pasangan yang akan menikah. Tradisi ini juga menunjukkan harmonisasi antara nilai adat dan ajaran Islam yang hidup dan terinternalisasi dalam masyarakat Aceh Besar. Dengan demikian, penentuan hari Nikah dapat dipandang sebagai praktik budaya religius yang bernilai ibadah selama tidak melanggar prinsip tauhid. Tradisi penentuan hari baik dalam pernikahan masyarakat Aceh Besar dapat diterima dalam kerangka hukum Islam selama tidak melanggar prinsip tauhid dan tetap membawa maslahat sosial. Hal ini memperkuat pentingnya pendekatan kultural-religius dalam memahami praktik sosial yang hidup di tengah masyarakat Muslim.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Dr. M. Chabibi. M.Hum
Uncontrolled Keywords: Hari baik, pernikahan, hukum Islam, ‘urf shāliḥ, Aceh Besar,
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana > Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: s2hki s2hki
Date Deposited: 31 May 2026 04:18
Last Modified: 31 May 2026 04:18
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/6143

Actions (login required)

View Item View Item