SUHANA, SAKENG (2024) PENYERAHAN SEPARUH MAHAR MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus Masyarakat Ramong District Betong Thailand Selatan). Diploma thesis, Universitas KH. Abdul Chalim.
|
Text (COVER DAN ABSTRAK)
COVER DAN ABSTRAK.pdf - Published Version Download (418kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (335kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (196kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (226kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEKS)
SKRIPSI FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Mahar adalah sesuatu pemberian yang wajib menurut mayoritas ulama, sehingga dalam pernikahan diwajibkan seorang suami untuk memberikan mahar kepada istrinya. Mahar bukan lambang jual-beli, tetapi sebagai penghormatan terhadap perempuan dan lambang cinta kasih sayang. Secara eksplisit mahar tidak disebutkan rincian jumlahnya pada nash, sehingga menurut Mazhab Syafi'i tidak ada batas tertingginya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui praktik dan tata cara penyerahan separuh mahar saat akad nikah dalam tradisi Masyarakat Ramong (Thailand Selatan), dan untuk mengatahui Hukum tradisi penyerahan separuh mahar saat akad nikah di Masyarakat Ramong (Thailand Selatan).
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan mengambil sumber data secara online dari masyarakat di Ramong sebagai sumber data ini.
Hasil penelitian ini ditemui bahwasanya praktik dan tata cara penyerahan separuh mahar saat akad nikah di Masyarakat Ramong Thailand Selatan yaitu bahwa separuh mahar diserahkan ketika berlangsung akad nikah. Namun dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan yang dilakukan ketika berlangsung akad nikah dan separuh lagi setelah akat nikah. Tradisi yang telah berlaku di masyarakat memang sudah sejak lama berkembang, bagaimanapun bentuknya itu telah diterima dan dilakukan oleh masyarakat. Pemberian separuh maharnya di masyarakat Ramong ialah bisa memberi separuhnya dan separuh lagi memberinya setelah akat nikah tapi harus ada janjian pembayaran. Dan saparuh maharnya lagi bisa digantikan dengan barang tapi harus disetujui sebelah pihak perempuan juga, dikarenakan takut salah paham ataupun menjadi permasalahan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam, Penyerah Mahar |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion K Law > K Law (General) Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z665 Library Science. Information Science |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | S1 HKI UAC |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 11:39 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 11:39 |
| URI: | http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5917 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

