KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL DALAM MODERASI BERAGAMA (Studi Kasus Tokoh Desa di Desa Ngembat Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto)

Alfi, Friansah (2023) KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL DALAM MODERASI BERAGAMA (Studi Kasus Tokoh Desa di Desa Ngembat Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto). Diploma thesis, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim.

[img] Other (COVER & ABSTRAK)
Cover & Abstrak.PDF - Published Version

Download (3MB)
[img] Other (BAB I)
Bab I.PDF - Published Version

Download (3MB)
[img] Other (BAB V)
Bab V.PDF - Published Version

Download (3MB)
[img] Other (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.PDF - Published Version

Download (3MB)
[img] Other (FULL SKRIPSI)
Full Skripsi.PDF - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Dalam kerangka ini, komunikasi berperan sentral dalam mengelola
keberagaman agama. Komunikasi antarbudaya membentuk landasan yang
memungkinkan kerukunan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan. Faktor ini
menjadi lebih krusial dalam lingkungan desa, di mana tokoh desa, baik secara
formal maupun informal, memiliki peran utama dalam menyampaikan pesan
moderasi beragama kepada masyarakat. Contoh kasus di Desa Ngembat,
Mojokerto, menggambarkan bagaimana masyarakat dengan berbagai keyakinan
agama dapat hidup berdampingan dalam harmoni berkat peran tokoh desa dalam
mendekatkan emosi dan mengomunikasikan nilai-nilai moderasi beragama
Teori Interaksi Simbolik yang digagas oleh George Herbert Mead
merupakan landasan utama dalam memahami interaksi antara individu dan
kelompok dalam konteks sosial. Teori ini mengakui bahwa simbol-simbol,
termasuk kata-kata, isyarat, dan tanda-tanda, memainkan peran sentral dalam
komunikasi manusia dan membentuk makna dalam konteks sosial. Makna bukanlah
hal yang melekat pada simbol itu sendiri, melainkan terbentuk melalui interaksi
sosial dan pengertian bersama. Dalam konteks komunikasi antarpersonal, teori
Interaksi Simbolik menjadi penting karena menggambarkan bagaimana individu
menggunakan simbol-simbol untuk berkomunikasi, memahami, dan membentuk
makna. Di tengah lingkungan desa, peran tokoh desa sebagai komunikator dan
komunikan penting dalam menyebarkan pemahaman moderasi beragama. Konsep
komunikasi, interpretasi, dan persepsi antara tokoh desa dan masyarakatnya
mengilustrasikan implementasi teori Interaksi Simbolik dalam menciptakan
moderasi beragama dalam interaksi sosial.
Tokoh desa mengambil berbagai langkah untuk menjaga kerukunan agama
di desa tersebut. Salah satunya adalah melalui komunikasi antarpersonal, di mana
proses pertukaran makna antara komunikator (tokoh desa) dan komunikan
(masyarakat) terjadi melalui kontak mata langsung. Penelitian ini menunjukkan
bahwa tokoh desa menggunakan komunikasi antarpersonal untuk menyampaikan
pesan moderasi beragama, terutama dalam situasi tatap muka.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Dr.M.Chabibi, Lc.,M.hum,M.Ip
Uncontrolled Keywords: Komunikasi Antar Personal, Moderasi Beragama, Tokoh Desa
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ushuluddin > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: S1 KPI IKHAC
Date Deposited: 13 Apr 2026 09:11
Last Modified: 13 Apr 2026 09:11
URI: http://repository.uac.ac.id/id/eprint/5807

Actions (login required)

View Item View Item